Jakarta – Masalah peradangan gigi dan gusi masih kerap dianggap sepele oleh masyarakat. Padahal, jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat berdampak serius bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Hal ini disampaikan oleh drg. Gagah Daru Setiawan, M.M, Wakil Ketua Bidang IV Kesejahteraan PDGI, dalam Talkshow Inspirasi DAMANDIRI yang disiarkan langsung Radio DFM 103.4 FM Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Dalam perbincangan bersama penyiar Fika, drg. Gagah menjelaskan bahwa peradangan pada gigi dan gusi memiliki penyebab yang beragam, baik dari faktor luar maupun faktor dalam. “Peradangan gusi bisa disebabkan oleh kebersihan mulut yang kurang terjaga, penumpukan plak dan karang gigi, maupun akibat gigi yang sudah mati sehingga menimbulkan infeksi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam istilah medis, peradangan gusi dikenal dengan sebutan gingivitis. Kondisi ini biasanya ditandai dengan gusi yang memerah, mudah berdarah, dan terasa nyeri saat disentuh. “Kalau gusi sudah inflamasi, tersentuh sedikit saja bisa langsung berdarah,” kata drg. Gagah.
Sementara itu, peradangan pada gigi umumnya diawali dari gigi berlubang yang tidak ditangani. Infeksi tersebut dapat berkembang hingga menyebabkan kematian saraf gigi atau nekrosis.
“Awalnya sakit di giginya dulu, cekot-cekot. Kalau dibiarkan, infeksi bisa menjalar ke gusi dan menimbulkan pembengkakan bahkan nanah,” jelasnya.
Menurut drg. Gagah, masyarakat awam seringkali kesulitan membedakan antara radang gigi dan radang gusi. “Kadang pasien bingung ini sakit gigi atau sakit gusi. Secara visual sebenarnya bisa dilihat, tapi untuk memastikan tetap harus diperiksakan ke dokter gigi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kebiasaan menganggap gusi berdarah sebagai hal yang wajar. Padahal, kondisi tersebut tidak boleh disepelekan. “Kalau gusi berdarah terus-menerus setiap sikat gigi, itu tanda ada masalah, bisa karena karang gigi atau gusi yang sudah mengalami peradangan,” ujarnya.
Salah satu tindakan penting untuk mencegah dan mengatasi peradangan gusi adalah scaling atau pembersihan karang gigi. Drg. Gagah menegaskan bahwa scaling tidak seseram yang dibayangkan banyak orang. “Scaling itu tidak sakit, paling hanya ngilu-ngilu sedikit. Kalau sampai berdarah, biasanya karena karang giginya sudah masuk ke sela-sela gusi,” jelasnya.
Ia menambahkan, penumpukan karang gigi yang dibiarkan justru jauh lebih berbahaya. “Kalau plak dan karang gigi terus menumpuk, bisa masuk sampai ke akar gigi. Akibatnya gigi bisa goyang dan akhirnya harus dicabut,” katanya.
Kelompok tertentu, seperti penderita diabetes dan ibu hamil, disebut lebih rentan mengalami peradangan gusi. Pada ibu hamil, perubahan hormon serta kebiasaan mual dan muntah sering membuat kebersihan mulut kurang terjaga. “Faktor hormonal membuat gusi ibu hamil lebih mudah meradang dan berdarah. Karena itu, kontrol ke dokter gigi tetap penting, terutama di trimester awal dan kedua,” jelas drg. Gagah.
Lebih jauh, drg. Gagah mengingatkan bahwa peradangan gigi dan gusi dapat berdampak pada organ tubuh lain. “Infeksi di gigi dan gusi itu bisa terbawa aliran darah. Kalau masuk ke organ vital seperti jantung, ginjal, atau mata, dampaknya bisa serius,” ungkapnya.
Sebagai langkah pencegahan dan penanganan awal, drg. Gagah menekankan pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. “Gosok gigi secara teratur setelah makan dan sebelum tidur. Kalau perlu, gunakan obat kumur atau berkumur dengan rebusan air daun sirih,” sarannya.
Ia juga menyarankan konsumsi buah dan sayur yang kaya vitamin C untuk membantu proses regenerasi jaringan. “Vitamin C sangat membantu penyembuhan jaringan, termasuk jaringan gusi,” tambahnya.
Menutup perbincangan, drg. Gagah berpesan agar masyarakat tidak menunda pemeriksaan ke dokter gigi. “Kebiasaan kecil seperti menjaga kebersihan gigi dan mulut bisa berdampak besar bagi kesehatan secara keseluruhan. Kalau ada karang gigi atau peradangan, segera periksakan,” pungkasnya.
Talkshow Inspirasi DAMANDIRI ini dapat disimak kembali melalui siaran ulang dan kanal YouTube Radio DFM 103.4 FM, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi dan gusi.

